“Happy Anniversary, Selamat tanggal 24,
Sayang ……..”
Siapa yang tak senang mendengar kalimat
itu? Kalimat suntikan membahagiakan saat mencinta. Kaum Cinta amat menyukai
kalimat itu, kecuali Kaum Cinta LDR(Long Distance Relationship), seperti
aku, ya aku!
Mengapa
begitu? Bagi kaum Cinta, mereka bisa berdua mengukir, mencatat kembali kisah
perjalanan cinta mereka ketika Anniversary
datang. Tetapi bagi Kaum Cinta LDR mana bisa? Bertemu menjejakkan ditempat yang
sama saja susah. Tak adil bukan? Tetapi pengecualian bagi mereka Kaum Cinta LDR
yang memang sudah berencana bertemu dan merayakannya. Itu beda.
Masih
dengan 24Juni yang sama, tanggal sama, bulan sama, sepi sunyap? Sama semua. Ada duka
dibalik suka. Ada tangis dibalik tawa. Lagu yang selalu terulang pahit, entah sampai
kapan adanya. Toh akan sama saja jika
jarak tetap berdiri kokoh di pertengahan raga kami.
Sedikit
tanyaku “Apakah kamu bahagia disana?” Jawabmu selalu, “Asal aku memilikimu pasti
aku akan selalu bahagia disini.” Tapi pernahkah kamu mencoba bertanya kepadaku,
“Apakah bahagiaku itu mengundang dukamu?” Cobalah tanyakan itu kepadaku.
24Juniku
akan tetap sama, dan perlahan aku akan menikmatinya. Entah berapa luka memar
dalam hati yang akan kutampung. Yang jelas, Jangan terlalu menyalahkan jarak. Selama kita masih berada di langit yang sama, mari bersorak bahagia. Toh jodoh juga gak akan ketuker.
Aku mencintaimu, Aku mencintai
Kita dan Kita mencintai Jarak Kita, bersama. Salam Rindu, tertanda Kekasihmu.
Reeees :(((
BalasHapusDalem jat?
BalasHapus