Cinta adalah kuatmu dalam bertahan, tp lepaskan bilamana kuatmu tidak dihargai. Berlaku seadanya dan mencintai sewajarnya.
Bicara cinta aku belajar tenang, karena aku pernah menyesal karena terburu-buru.
Bicara cinta aku berhenti untuk marah, karena aku lebih sering melihat penyesalan ketimbang kelegaan.
Lelakiku, kelak mungkin kamu akan membaca ini, kelak kamu akan tau bagaimana baris isi hati.
Wanitamu ini diam-diam menuntut minta diperhatikan, tp tidak menjadikan wanitamu ini pengemis perhatian. Tapi bukannya cinta tak menuntut perhatian sebagai imbalannya? Ya, seharusnya.
Karna semakin mendalam aku kenal cinta, aku makin gemar menafsirkan tindak lelakiku.
Dan aku tau, bagaimana lelakiku mengenal bosan terhadapku
Dan aku mengerti, bagaimana lelakiku marah terhadapku
Dan aku tau, bagaimana lelakiku tidak mempedulikanku
Walaupun sedikit, terkesan tak inginkan yang teramat
Aku pernah beberapa kali mencoba menarik perhatian lelakiku, namun apa daya menengokpun enggan
Hanya diam yang ku terima.
Namun bicara cinta juga aku belajar kesalahan, ya kesalahan jd orang bisu [read: hanya diam], bisu ketika nada lelakiku mulai kencang dengan kata kasar, bisu ketika di teriaki di depan umum dan bisu ketika harus menerima segala amarah lelakiku.
Bicara cinta aku belajar jd orang tuli, tidak mau mendengarkan ketika terlibat debat panjang dengan lelakiku. Bukan tak mau menghargai namun sesak hati tak mau dengar.
Bicara cinta aku bersalah, demi langit dan bumi yang ku pijak aku bersalah. Begitu ringan tangan ini menyakiti lelakiku.
Untuk lelakiku,
Bilamana aku salah, jelaskan aku salah
Bilamana aku melakukan hal fatal, ajari aku kehilanganmu
Bilamana aku tidak mau mendengarkan, peluklah aku dan ajari aku bahasa dimana hanya aku dan km yang mengerti
Bilamana kamu bimbang karna bukan aku wanita yang kau mau, pergilah! Cari cinta baru.
Maaf, telah menjadikanmu 'jahat' di telinga mereka
Maaf, telah merepotkanmu dengan kesenangan sepihak
Maaf, telah menyakitimu banyak-banyak
Dan maaf, telah menjadi wanitamu yang terlalu muda yang merasa tak terkalahkan dan bebas dengan rasa.
TERUNTUK LELAKIKU,
-ressyan-

BICARA CINTA [kini]